- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Iran Eksekusi Mati Pria yang Dituduh Mata-Mata Mossad
POTRET BERITA — Pemerintah Iran mengeksekusi seorang pria bernama Babak Shahbazi pada Rabu (17/9) setelah pengadilan menyatakan dirinya bersalah menjadi mata-mata bagi badan intelijen Israel, Mossad. Hukuman mati itu dilaksanakan dengan cara digantung.
Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, Shahbazi dituduh menjual informasi sensitif kepada Israel. Informasi tersebut disebut terkait sejumlah pejabat senior Iran yang menjadi target pengintaian Mossad.
Keterlibatan dengan Agen Mossad
Shahbazi dituding menjalin kontak dengan seorang agen Mossad bernama Esmaeil Fikri. Dalam dakwaan disebutkan bahwa ia menawarkan data penting terkait militer dan pemerintahan Iran kepada agen tersebut. Fikri sendiri sudah lebih dulu dieksekusi pada Juni lalu dengan tuduhan serupa.
Laporan Anadolu Agency menyebutkan, Shahbazi sehari-hari bekerja di bidang desain serta pemasangan sistem pendingin industri. Pekerjaan itu membuatnya kerap bersinggungan dengan perusahaan yang berhubungan dengan sektor telekomunikasi, militer, dan keamanan nasional Iran. Otoritas menilai posisinya itu memberinya akses pada informasi yang dianggap vital.
Latar Belakang Ketegangan Iran-Israel
Eksekusi Shahbazi terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Pada 13 Juni lalu, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran.
Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.000 orang di pihak Iran dan 29 orang di pihak Israel, termasuk beberapa ilmuwan nuklir serta pejabat tinggi militer Iran.
Pasca serangan tersebut, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata. Namun, pemerintah Iran tetap melakukan operasi intelijen internal untuk memburu individu-individu yang diduga memiliki keterkaitan dengan Mossad.
Mossad Sering Jadi Target Tuduhan
Bukan kali pertama Iran menuduh Mossad melakukan infiltrasi. Selama bertahun-tahun, Tel Aviv dituding terlibat dalam operasi rahasia yang menargetkan fasilitas nuklir Iran, termasuk pembunuhan sejumlah ilmuwan nuklir.
Eksekusi Shahbazi menambah panjang daftar orang yang dihukum mati karena dituduh menjalin kerja sama dengan badan intelijen asing. Iran berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang dianggap mengkhianati kepentingan nasional.
Meski Iran berpegang pada aturan hukum dalam negerinya, eksekusi terhadap tersangka mata-mata kerap mengundang kritik internasional. Sejumlah kelompok HAM sebelumnya menilai proses pengadilan di Iran tidak selalu memenuhi standar peradilan yang adil.
Namun, pemerintah Teheran menegaskan bahwa tindakan tegas diperlukan untuk melindungi keamanan nasional, terlebih setelah serangan Israel yang menimbulkan korban besar.
